Pengertian PLC (Programmable Logic Controller) dan fungsinya

Programmable Logic Controller adalah sebuah komputer yang di program untuk mengendalikan mesin secara otomatis, sehingga mesin produksi berjalan sesuai dengan logika yang sudah dibuat.

Bagaimana Cara Kerja PLC?


Simplenya, PLC berkerja dalam tiga tahap :

1. Menerima Input


PLC Menangkap sinyal seperti :
– Sensor Suhu

Sensor suhu (misalnya Thermocouple, RTD, atau Thermistor) merespons perubahan temperatur lalu mengubahnya menjadi:

Pengertian plc dan fungsinya
Pengertian plc dan fungsinya


– Sensor Tekanan


– Push Button

Pengertian plc dan fungsinya
Pengertian plc dan fungsinya


– Limit Switch

Pengertian plc dan fungsinya
Pengertian plc dan fungsinya


– Proximity sensor

Sinyal-sinyal diatas menunjukan kondisi bagaimana mesin berkerja di lapangan, contohnya apakah mesin sedang hidup, suhu dalam tangki terlalu tinggi, atau produk sudah berada pada proses tertentu.

2. Memproses Data

Semua sinyal yang terinput diproses oleh PLC menggunakan program yang sudah di coding sebelumnya oleh para teknisi. Program ini biasanya sering ditulis dalam bentuk :

– Ladder Diagram
– Function Block
– Structured Text

Ketika sudah masuk, PLC akan menganalisa input yang masuk akan di proses berdasarkan logika yang sudah di set sebelumnya.


3. Menghasilkan Output


Nah, setelah di proses PLC kembali mengirimkan perinta ke perangkat Output seperti : 
– Motor
– Solenoid valve
– Relay
– Lampu indikator
– Conveyor

Contohnya jika sensor sudah mendeteksi kaleng sudah berada diposisi yang benar, maka PLC akan mengaktifkan sistem pelebelan produk secara otomatis.

Fungsi PLC dalam Sistem Kontrol Otomatis

  • PLC sebagai Otak Pengendali Mesin
  • PLC untuk Monitoring dan Keamanan Sistem
  • PLC dalam Efisiensi dan Otomasi Proses Produksi

Baca Juga : Contoh Penggunaan PLC di Berbagai Industri

Manfaat Menggunakan PLC dalam Operasional Industri

Meningkatkan Produktivitas

Kita dapat menggunakan PLC untuk memantau dan mengontrol proses berjalannya mesin secara real-time dengan kontrol secara real-time ini kita dapat mengetahui gangguan secara cepat, respon terhadap perubahan yang terjadi lebih mudah di ketahui serta hasil yang lebih akurat. Hasilnya produksi lebih stabil dan peningkatan produksi meningkat 

Mengurangi Kesalahan Manusia (Human Error)

Intervensi manual yang dilakukan manusia akan meningkatkan kesalah yang tinggi, terlebih jika sudah kelelahan. Kesalahan pada manusia dapat berkurang drastis ketika menggunakan PLC yang sudah diprogram sesuai kebutuhan industri karena perintah dapat dikontrol secara konsisten.

Mempermudah Maintenance dan Troubleshooting

Karena PLC terus aktif memantau mesin, ketika ada tanda tanda penurunan performa atau mis flutuasi sensor ia dapat mendeteksi sebelum terjadi kerusakan secara menyeluruh dengan adanya itu, teknisi dapat menjadwalkan perbaikan pada waktu tertentu supaya mesin berjalan dengan baik.

Relevansi Masa Depan

Hubunganya dengan masa depan sangat kuat karena PLC bukan hanya alat untuk mengontrol mesin, tapi juga menjadi ekosistem dalam industri manapun dalam konteks industri 4.0 dan smart factory PLC akan semakin penting dan tak tergantikan.

Intervensi manual yang dilakukan manusia akan meningkatkan kesalah yang tinggi, terlebih jika sudah kelelahan. Kesalahan ada manusia dapat berkurang drastis ketika menggunakan PLC yang sudah diprogram sesuai kebutuhan industri karena perintah dapat dikontrol secara konsisten.

Mempermudah Maintenance dan Troubleshooting

Karena PLC terus aktif memantau mesin, ketika ada tanda tanda penurunan performa atau mis flutuasi sensor ia dapat mendeteksi sebelum terjadi kerusakan secara menyeluruh dengan adanya itu, teknisi dapat menjadwalkan perbaikan pada waktu tertentu supaya mesin berjalan dengan baik. Pengertian plc dan fungsinya secara keseluruhan adalah Hubunganya dengan masa depan sangat kuat karena PLC bukan hanya alat untuk mengontrol mesin, tapi juga menjadi ekosistem dalam industri manapun dalam konteks industri 4.0 dan smart factory PLC akan semakin penting dan tak tergantikan.