3 Contoh Penggunaan PLC di Berbagai Jenis Pabrik

Industri Makanan dan Minuman
Pada pabrik yang mengelola susu, PLC digunakan untuk mengatur suhu dan aliran fluida dalam proses pasteurisasi. Sistem PLC di program digunakan untuk melihat aktifitas secara real-time, mengontrol pompa dan pemanas (heater) dan memicu mesin mati secara otomatis jika ada suatu kejanggalan agar kualitas produk tetap terjaga. Pada contoh lainnya untuk pengemasan botol minuman seperti soft drink, PLC mengontrol mesin pengisian botol agar di isi dengan volume yang pas sebelum nanti lanjut ke proses penutupan dan labelling. Nah, dalam kasus ini PLC membantu mengurangi isi setiap botol yang tidak sama dan memaksimalkan output produksi.
Industri Manufaktur
Di Pabrik otomotif, PLC digunakan di beberapa lini diantaranya lini perakitan. PLC digunakan untuk perakitan kendaraan. Mengatur jalannya robot welding, sistem conveyor, pemasangan komponen hingga penggecatan body dengan urutan yang sudah ditentukan dengan tujuan mengurangi kesalahan manusia karena semua tahapan berjalan sesuai program yang diatur sebelumnya. Contohnya pada pabrik mobil yang sudah menghubungkan PLC dengan robot-robot untuk mengoptimalkan konsistensi kualitas.
Industri Kimia
Dalam industri kimia, satu produk yang dibuat mengangung beberapa bahan cair ataupun bubuk. Seperti untuk membuat cairan pembersih yang didalamnya terdapat air, bahan aktif penghilang kotoran atau kuman dan pewangi. Pada industri kimia, penggunaan PLC bertugas membuka katup air, mengisi volume sampai terisi sesuai dengan standart yang ada, menambahkan berbagai macam bahan kimia sesuai takaran, menyalakan mesin pengaduk dan menghentikan mesin ketika semua sudah tercampur.
Baca Juga : Panduan Lengkap Memilih Otak Industri yang Tepat
Industri Sawit
Pada industri sawit, PLC sangat berguna untuk proses dari awal hingga akhir. Contohnya ketika truk membawa sawit, lalu diturunkan ke convenyor. PLC akan bertugas untuk menyalakan conveyor, mengatur kecepatan dan menghentikan conveyor jika sudah terisi penuh. Selain itu pada proses sterillizer, sawit dikukus agar mengeluarkan minyak. Seperti kapan pintu sterillizer ditutup, berapa lama proses pengkukusan dan kapan uap dibuka dan ditutup. Tidak sampai disitu saja, PLC pada industri sawit beguna untuk mesin thresher dan pompa minyak & tangki.
Industri Perkapalan
Di kapal berukuran besar, keseimbangan kapal dijaga agar tetap stabil menggunakan ballast tank (tangki air) pada kondisi ini PLC bertugas untuk membaca sensor ketinggian air, menyalakan atau menghidupkan pompa serta mengatur buka tutup valve secara otomatis. Tidak hanya itu PLC juga dapat mengontrol mesin pendingin pada mesin-mesin kapal agar tidak cepat rusak. Contonya jika suhu mesin naik di atas batas yang aman, PLC akan menyalakan pompa dan mesin pendingin.
Alasan Pabrik Menggunakan PLC

PLC sebagai Inti Sistem Otomasi Pabrik
Kesimpulan
Tanpa PLC, proses industri akan sangat bergantung pada operator manual, lebih lambat, lebih berisiko error, dan lebih sulit dikontrol secara konsisten. PLC membuat pabrik bisa berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih aman, dan lebih efisien secara otomatis.

